
Sejak kurang lebih satu bulan yang lalu OSIS SMA Pasundan 8 melakukan berbagai seleksi dalam perekrutan pengurus OSIS periode 2025-2026. Setelah berbagai rangkain seleksi dalam Latihan Kepemimpinan Dasar OSIS, terpilihlah dua pasangan calon untuk menggantikan pengurus sebelumnya yang akan segera turun jabatan. Dua pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS itu ialah : Khoira Salsabila kelas XI F-3 berpasangan dengan Yolanda X E-1 dan Rheza dari kelas F 1 berpasangan dengan Randy X E-3. Kedua pasangan ini diumumkan oleh ketua OSIS lama pada saat upacara bendera hari Senin. Ketika kedua pasangan ini diumumkan, mereka langsung memperkenalkan diri dan memaparkan visi dan misinya sebagai CalonKetua OSIS (Caketos) dan Calon Wakil ketua OSIS (cawaketos) baru kepada seluruh warga sekolah.
Paslon nomor 1 Khoira dan Yola menyampaikan:
Visi : Menjadikan OSIS SMA Pasundan 8 Bandung sebagai jembatan komunikasi antara seluruh warga sekolah, serta menjadi wadah untuk menyalurkan potensi agar terwujudnya siswa siswi yang unggul dan berprestasi.
Misi :
1. Membangun komunikasi yang baik dan terbuka antara warga sekolah.
2. Menyelenggarakan kegiatan yang mengasah keterampilan dan kemampuan para siswa siswi baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
3. Menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian dalam mengekspresikan diri secara positif.
Sedangkan Paslon nomor 2 Rheza dan Randy menyampaikan:
Visi: Mewujudkan OSIS yang berintegritas, kreatif, serta bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, sehingga menjadi organisasi yang dapat dipercaya dan memberi dampak baik bagi lingkungan sekolah.
Misi:
1. Menumbuhkan OSIS sebagai organisasi yang dapat dipercaya, kreatif, dan bertanggung jawab.
2. Menciptakan kualitas anggota OSIS yang ideal untuk melaksanakan program kerja bagi warga sekolah
3. Menjaga nama dan citra baik OSIS SMA Pasundan 8 Bandung dimata eksternal4. Menciptakan lingkungan yang nyaman di dalam internal OSIS SMA Pasundan 8 Bandung.

Selang sepekan setelah pemaparan visi misidari setiap pasangan calon, pada hari Jum’at dilakukan debat antara paslon 1 dan paslon 2 di Ruang Aula sekolah yang dihadiri semua perwakilan kelas X, XI dan XII . Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua OSIS demisioner Zahra dan sambutan daripada Kepala Sekolah SMA Pasundan 8 Bandung, Bapak Dani Setiabudi, S.Pd, M.Si. Keduanya menyampaikan pentingnya proses belajar berdemokrasi dikalangan siswa ini harus dilakukan secara bertanggung jawab dan pemikiran atau intelektualitas yang jernih sehingga bisa memilih pemimpin yang terbaik.
Debat antara paslon no. 1 dan paslon no. 2 dilaksanakan setelah kami menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan aturan dan teknis debat oleh moderator. Paslon 1 ditetapkan menjadi tim pro dan Paslon 2 menjadi tim kontra dalam topik pertama mengenai : “Tes Kemampuan Akademik sebaiknya ditiadakan”. sedangkan dalam topik “Penggunaan AI (Artificial Intelegence) pada tugas sekolah membantu siswa” Paslon 1 menjadi tim yang kontra dan Paslon 2 tim pro. Terakhir, adalah debat mengenai visi misi dari masing-masing Paslon. Dalam sesi tanya jawab Jeihan Amadea dari kelas XII IPS 2 menanyakan dan mengkritisi berbagai program kerja (proker) dari paslon no.1 yang menurutnya terdengar sangat idealis. Bagaimana pengembangan dan kedisiplinan OSIS? Apa yang dapat OSIS lakukan pada siswa siswi sekolah yang bermasalah? Apakah akan dilemparkan kepada guru?
Pertanyaan kedua mengenai mosi debat pertama “Pembatalan TKA” oleh seorang siswa kepada kedua paslon. Siswa ini sedikit kebingungan tentang argumen paslon no.2yang menurutnya masih rampung mengenai “Apakah TKA yang dilaksanakan dua hari ini cukup sebagai pembuktian diri tanpa memperhatikan mental diluar akademiknya?” Dan untuk paslon no. 1 “Apakah ini cukup membuktikan pendidikan indonesia ini memang memiliki sebuah kesalahan di dalam internalnya? Apakah yang salah dalam pendidikan kita?”. Dan terakhir adalah pertanyaan dari guru
Dalam pandangan saya, semua pertanyaan yang muncul itu titik tekannya pada pertanyaan apabila berbagai program kerja dan visi misi OSIS yang sudah dibuat itu tidak dapat terlaksana karena berbagai kendala yang tidak dapat diperkirakan. Misalnya dengan masalah dana sekolah, keterbatasan sekolah, realitas sekolah dan permasalahan-permasalahan yang lainnya. Bagaimana OSIS sebagai organisasi intra sekolah menjawab tantangan tersebut?
Kedua pasang caketos dan waketos dipilih oleh seluruh siswa siswi dan guru SMA Pasundan 8 Bandung yang berpartisipasi, keterlibatan semua unsur sekolah menunjukan keterpilihan ketua OSIS dilaksanakan secara demokratis. Dipandu oleh panitia pemilihan yang sebelumnya sudah mengucapkan janji untuk melakukan pemilihan secara jujur dan adil. Setelah pemilihan OSIS diberlakukan, suara pemilih yang sudah dikumpulkan langsung di hitung. Hasil yang didapatkan adalah untuk pasangan pasangan calon no 1 mendapatkan 248 suara dan untuk pasangan calon no 2 mendapatkan 239 suara. Suara keseluruhan yang masuk sebanyak 515 suara, sedangkan suara yang tidak sah ada 28 kartu suara.
Satu minggu setelah pemungutan suara, tepatnya pada hari Senin, 18 November 2025 prosesi serah terima jabatan dilaksanakan di lapangan utama setelah upacara bendera. Selain serah terima ketua OSIS , juga semuaekstrakurikuler yang ada di lingkungan SMA Pasaundan 8. Semua itu menunjukan bahwa proses pembelajaran demokrasi di lingkungan pelajar berjalan dengan sangat baik. Tentu harapannya, akan berdampak serta dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari–hari. Begitu juga ketika kita sebagai warga negara yang suatu waktu mempunyai kesempatan untuk ikut pemilihan umum (pemilu) dapat memilih pemimpin yang sekiranya bertanggung jawab, jujur, adil, serta mampu memajukan negara ke arah yang lebih baik.
