Kami Berpihak pada Keadilan

Foto: Delapena dalam aksi Solidaritas membela Palestina dalam peringatan KAA

Meluaskan isu perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat telah terjadi sekitar 2 bulan dengan beberapa gelombang penyerangan yang sudah dilakukan antara negara terlibat. Bergeser sedikit dari Iran, Lebanon pun menjadi sasaran serangan Israel dan AS. Bukan hanya menargetkan Hizbullah, tetapi hingga membuat ribuan warga sipil Lebanon terbunuh. Tidak hanya Hizbullah yang melakukan perlawanan sebagai organisasi, gerakan Hamas di Palestina juga turut dalam perlawanan yang menjadi peristiwa sorotan publik pada 7 Oktober 2023 dan membuat dunia semakin membuka mata akan praktek genosida yang telah terjadi selama puluhan tahun di Palestina oleh rezim Zionis.

Keadaan dunia yang semakin tegang mengharuskan politik diplomasi perlu dijaga dan dipertahankan dimana Indonesia perlu memihak the right side of history dalam mementingkan kemanusiaan dan keamanan rakyatnya. Untuk mencegah konflik semakin memanas dan berlangsung lama, maka perundingan antara Amerika Serikat dengan Iran berlangsung di Pakistan sebagai bentuk mediasi telah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir ini.

Dengan kondisi yang sama, sebenarnya Indonesia pernah mengukir sejarah dengan mengadakan Konferensi terbesar dan sukses dalam menangani masalah perdamaian dan semangat menentukan hak-hak kemerdekaan setiap bangsa. Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang berlangsung pada tahun 1955 di Kota Bandung itu merupakan cerminan dari keinginan bangsa-bangsa terutama di Asia dan Afrika berdaulat atas negaranya. Sebagaimana tertulis dalam “Dasa Sila Bandung” sebagai hasil kesepakatan bersama. Berikut poin-poin pentingnya :

  1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta azas-azas yang termasuk dalam Piagam PBB
  2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa-bangsa
  3. Mengakui persamaan ras dan persamaan semua bangsa besar dan kecil
  4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soal-soal dalam negeri negara lain
  5. Menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian atau kolektif. Yang sesuai dengan Piagam PBB
  6. (A) Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu dari negara-negara besar (B) Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain
  7. Tidak melakukan tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik sesuatu negara
  8. Menyelesaikan segala perselisihan-perselisihan Internasional dengan jalan damai seperti perundingan, persetujuan, arbitrase, atau penyelesaian hakim atau lain-lain cara damai lagi menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan. Yang sesuai dengan Piagam PBB
  9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama
  10. Menghormati hukum dan kewajihan-kewajiban Internasional

Dalam memperingati KAA ke-71 yang tidak diperingati oleh negara, maka beberapa poin di atas setidaknya sudah banyak diabaikan. Pemerintah Indonesia sendiri belakangan “suaranya” tidak begitu kuat dalam mengecam agresi dan genosida rezim zionist di Palestina.

Belum lagi rencana untuk melakukan kerjasama dengan Amerika Serikat dalam mengizinkannya mendapatkan akses soal-soal dalam negeri Indonesia dalam urusan perdagangan dan pertahanan. Pemerintahan Prabowo saat ini dinilai berada dalam posisi diplomasi yang tidak baik dan melanggar politik luar negeri bebas aktif jika resmi mengizinkan pesawat militer AS melintasi ruang udara Indonesia.

Selain itu tekanan dalam negeri karena Presiden Prabowo ikut masuk ke dalam Board of Peace (BoP) yang tujuan pembentukannya dinilai kontroversial. Serta krisis energi yang akan mempengaruhi bidang ekonomi sosial Indonesia dan nilai uang Rupiah yang terus melemah terhadap dollar. Kondisi tersebut seharusnya menjadi pelajaran bersama dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Meskipun pada saat peringatan KAA ke-71 ini tidak ada satupun bendera yang dikibarkan di pelataran Gedung Merdeka sebagai tempat bersejarah konferensi. Tetapi segenap masyarakat memperingati dengan caranya sendiri. Ratusan orang melakukan aksi dengan berjalan kaki dari monumen “Dasa Sila Bandung” depan Hotel Savoy Homan menuju Palestina Walk Bandung untuk menentang segala bentuk penjajahan dan genosida yang sedang berlangsung dibelahan dunia. Seharusnya semua bergerak untuk memperjuangkan keadilan dan kemanusia, serta pembelaan terhadap mereka yang tertindas.

Kami dari pers Delapena yang meliput kegiatan tersebut, juga turut serta dalam aksi solidaritas tersebut dengan membentang bendera Palestina dan spanduk bertuliskan “Stop Bombing Palestina, Iran, Lebanon” sebagai bentuk dukungan pelajar dalam isu-isu global, melawan segala bentuk ketidakadilan yang menghancurkan peradaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *