Palestina Merdeka

Sabtu, 14 Desember 2024 kemarin saya bersama dua orang teman mendatangi kegiatan Pasar Buku Lio Genteng yang diadakan di Balai RW 05 Lio Genteng kel. Nyengseret Kec. Astana Anyar. Acara tersebut diadakan oleh Karang Taruna One Six Sauyunan Lio Genteng dengan komunitas literasi Pasar Biru. Selain melihat pameran buku, saya juga dijadwalkan untuk menjadi pembicara pada diskusi suara pelajar dengan narasumber lainnya yaitu Fazian Larqi Affandi siswa MA PPI 24 Rancaekek, sedangkan moderatornya Nasya Adhani dari panitia One Six. Adapun tema yang disodorkan panitia tentang ‘Palestina Merdeka, Penting ga, Sih?’. Diskusinya sendiri dimulai dari jam 15.30 – 17.30 WIB dan saya mendapat giliran pertama untuk berbicara

Setelah mengenalkan diri dan asal sekolah, saya memulai berbicara dengan berangkat dari tema itu sendiri. Palestina Merdeka, Penting ga, sih? ya tentunya penting. Sebenarnya jawaban itu sudah cukup untuk menggambarkan betapa pentingnya nilai kemerdekaan untuk sebuah bangsa, belum lagi kalau kita merujuk pada pembukaan UUD 45 juga sudah menentangnya bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. Dalam pikiran saya terlintas pertanyaan : jika kemerdekaan Palestina penting, mengapa masih ada pihak netral ataupun kontra terhadap kebebasan Palestina? Perlu kita ketahui, saat ini masih banyak orang Eropa, Amerika atau bahkan Indonesia sendiri yang secara sengaja mendukung tindakan Israel karena  politik, perbedaan keyakinan, atau mungkin hal lain.  Perlu kita ketahui alasan universal yang mungkin membuat dukungan Israel masih tetap berlangsung. Israel menguasai berbagai sumber informasi sehingga mampu mengendalikan bahkan memalsukan catatan sejarah untuk kepentingan mereka. Media barat juga terus memainkan perannya untuk mendukung keberadaan Israel. Tentu senjata (media) ini akan mampu menggiring opini masyarakat secara luas. Dengan bantuan media Israel telah berhasil menciptakan situasi bahwa Palestina merupakan negara yang melakukan Tindakan “terorisme”, sedangkan Israel dikesankan sebagai negara yang sedang berusaha mempertahankan diri dan wilayahnya. Dalam buku Sisi Gelap Zionisme, yang saya baca sebelum diskusi berlangsung, setidaknya ada 4 mitos yang selalu dijadikan “kampanye” Israel untuk membenarkan berbagai Tindakan yang dilakukan atas Palestina. Pertama menyebutkan, Negeri tanpa Penduduk untuk Penduduk tanpa Negeri, Israel mengklaim bahwa Palestina merupakan negeri tanpa penduduk karena milik negeri Inggris yang diperuntukan untuk mereka. Kedua Israel menyebut sebagai negara Demokratis di Timur Tengah. Ketiga Israel menyebut tindakannya sebagai perlindungan atau keamanan untuk negeranya dari bangsa Arab, dan keempat Pembantaian yang dilakukan oleh Nazi kepada kaum yahudi sebagai “jualannya”.    

Bagaimana Zionisme Bisa Hadir
Jika ingin ditilik lebih jauh pada masanya, ideologi politik bernama zionist itu sudah ada sejak masa kerajaan Ottoman. Mereka ada disebabkan keinginan memerangi anti-semitisme atau diskriminasi yang dilakukan bangsa Eropa dan bangsa lain dibelahan dunia kepada kaum Yahudi. Mereka ingin memusatkan pembangunan “Negeri Yahudi” di tanah Palestina untuk pemersatuan kaum-nya, sesuai dengan anggapan pemukim Yahudi tentang kepercayaan mereka terhadap “tanah yang dijanjikan” dari ajarannya dan pemberian Kerajaan Inggris. Peristiwa ini didiawali dengan deklarasi Balfour 1917 oleh Organisasi zionist dan Kerajaan Inggris setelah memenangi perang Dunia ke-1

Dalam pembentukan Negeri Yahudi ini telah dilakukan berbagai kekejian dan kebiadaban luar biasa. Zionis telah melakukan pemaksaan, pemukulan, pembunuhan bahkan lebih buruk dari itu yang tidak terbayang oleh bangsa beradab manapun, seluruh gerakan zionis berada pada dasar tulisan “Tembok Besi” oleh Jabontinsky. “Pemusnahan massal” yang menjadi strategi orang-orang zionist untuk membuat wilayah tersebut menunjukan angka mayoritas Yahudi dan minoritas non-Yahudi dan “Perampasan tanah” dari tempat ke tempat, lalu “pengambilan harta” milik rakyat Palestina terus dilakukan hingga benar-benar musnah. Hingga dimana pada tahun 1947 PBB (perserikatan bangsa-bangsa) telah memisahkan Palestina dan Negeri Yahudi atau Israel dengan keuntungan tertuju pada Israel. Penderitaan masih belum selesai, orang-orang zionist masih belum puas memerangi Palestina, pembunuhan masih terus berlanjut di dalam maupun luar perbatasan dan penangkapan bangsa Palestina karena kecacatan hukum dengan siksaan keji dari manusia yang seharusnya memiliki nurani. Bahkan, memecah belahkan negeri-negeri Arab dengan maksud ikut dihancurkan dengan menjadikan Israel yang terkuat di Timur Tengah

Tindakan Penting
Saat ini Palestina masih berjuang sendirian dan beberapa negeri tetangganya melawan, disaat Bangsa muslim lainnya masih ketakutan oleh Israel yang dibantu Amerika Serikat yang tinggal jauh di benua lain sebagai “penentu nasib dunia”. Dunia yang mulai lupa hingga terbiasa dengan perlakuan genosida Israel terhadap bangsa Palestina, tindakan yang berubah dalam situasi yang belum berubah bahkansemakin buruk! terbiasa dalam situasi seperti ini adalah sebuah kejahatan.

Penduduk dunia tidak semestinya duduk diam menunggu pemerintah bergerak atau organisasi-organisasi dunia bertindak untuk kebebasan Palestina. Mestilah kita melakukan persatuan seutuhnya untuk bertindak keras terhadap Genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina dan sekitarnya. Tapi, suara kita yang terlalu kecil ini tidak akan membuat pemerintah beranjak bergerak yang hanya berdiam diri menonton tanpa adanya aksi besar, dan oleh karena itu mungkin kita perlu melakukan:

1). Aksi intifadah
Palestina yang dilakukan pada 1987 menguncangkan Israel dengan pemogokan dan pemberontakan untuk perjuangan yang juga membuat mata dunia kembali menyorot kekejian Israel. Dan bayangkan jika kejadian itu dilakukan diseluruh negeri berperikemanusiaan! Itu akan menjadi momentum aksi massa yang lebih jauh dengan persatuan dan kembali membuat media harus meliput kebiadan Israel sesungguhnya dan pemerintah dunia akan segera (tidak diperlambat lagi) harus segera bertindak

2). Boikot
tindakan dunia saat ini untuk menghalau zionis, dan memang  boikot ini menjadi senjata modern orang lemah yang bersatu melawan kekuatan besar. Dengan adanya pemboikotan sudah sekiranya menusuk ekonomi Amerika Serikat. Sehingga patutlah kegiatan ini terus dilakukan untuk menjatuhkan Israel dengan membuat Amerika tidak berdaya akibat kehilangan pasar internasionalnya

Tindakan yang lebih jauh mungkin belum saya pikirkan, tapi tujuan saat ini maupun nanti tetaplah sama, yaitu: kemenangan mutlak atas kembali tanah air Palestina. Itu poin-poin yang saya sampaikan dalam diskusi tersebut. Semoga semua manusia, semua bangsa bisa tergugah dan melakukan tindakan atas apa yang sekarang sedang terjadi di Palestina. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *