
Pameran buku kembali diadakan oleh IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) yang berlangsung di gedung PT Inti Bandung dan berlangsung sejak 7-12 April 2026 sebagai upaya penguatan industri perbukuan. Selain disediakan bazaar buku, kegiatan lain juga turut ditampilkan, seperti bedah buku, diskusi, penampilan musik dan banyak lagi sesuai dengan hari yang sudah dijadwalkan
Pada Hari Rabu (8/4/2026) saya ikut melihat pameran ditengah penampilan band musik berdekatan dengan beberapa stand bazaar dari banyak Penerbit terkenal yang menjualkan buku bukunya dengan harga diskon. Pameran Jabar Book Fair ini baru kembali diadakan setelah sempat berhenti, keantusian ini juga ikut disampaikan oleh Pak Watino dari Penerbit Terra Pustaka
“Untuk pameran ditahun ini baru pertama diadakan kembali setelah pandemi. Ditahun 2019 itu selalu ada Jabar Book Fair yang diadakan oleh IKAPI lalu vakum, dan sekarang sudah mulai InsyaAllah bergerak lagi” katanya Ia berharap bahwa kalangan muda tertarik berkunjung ke pameran untuk melihat dan membaca buku sebagai investasi jangka panjang dalam menambah wawasan seperti karya terbitan Terra Pustaka dari mulai BJ. Habibie, Hamka, Habiburahman El Sharazy dan penulis lainnya
“Semoga lebih rame lagi dari segi pengunjung dan supportnya dari kalangan muda. Jadi minat baca tetap utama supaya generasi kita itu akan lebih bagus” lanjutnya

Hal serupa disampaikan oleh Pak Komar dari Penerbit Pustaka Obor Indonesia yang menyampaikan kesannya untuk Jabar Book Fair sebagai hal positif yang membantu penerbit dan membantu masyarakat menemukan minat baca lebih dalam. Seperti yang kita ketahui bahwa literasi di Indonesia masih rendah jika bersaing dengan negara lain. Selain dari kemauan individu, tetapi juga dukungan akses untuk menjangkaunya harus disediakan oleh pemerintah sebagai upaya peningkatan literasi
“Kalo harga buku karena selain biaya cetak dan segala macamnya itu masih banyak printilannya. Mungkin Indonesia bisa mencontoh China untuk support Literasinya mereka sangat baik. Banyak buku buku produk China yang dihibahkan ke kita dan pihak China membiayai proses percetakannya. Kalo misalkan ga bisa bantu 100%, minimal disubsidi buku kita, jadi penerbit tidak terlalu diberatkan, penulis juga bisa mendapatkan haknya lebih baik lagi” katanya
Diantara situasi tersebut, muncul suatu pilihan untuk membeli buku bajakan sebagai upaya meningkatkan membaca karena akses peluang yang diberikan tidak sama rata di beberapa daerah di Indonesia, seperti perbedaan harga antara pulau Jawa dan pulau lainnya
“Bajakan itu sebenarnya membunuh penerbit secara perlahan, kalo misalkan kita bilang yang penting minat baca naik meskipun bajakan”. sebetulnya itu juga memberikan toleransi yang sangat besar terhadap sebuah kejahatan. Karena buku hasil olah pikir orang dan kita harus menghargainya. Yang dirugikan penerbit, penulis bahkan pembaca juga karena kualitasnya yang buruk. Kalo saya ga setuju, kalaupun terpaksa pilihannya mungkin e-book. Jadi buat saya itu bukan pilihan” lanjutnya

Selain itu, kalangan muda seperti mahasiswa menjadi pengunjung yang mendominasi di pameran. Sebagai pelajar, membaca merupakan kebutuhan sehari hari yang diperlukan dalam kegiatan akademik maupun kesenangan pribadi yang memiliki manfaat positif untuk sekarang hingga ke depannya, hal tersebut disetujui oleh pengunjung seperti Fauzan dan Deril sebagai mahasiswa arsitektur sebuah PTS
“Membaca itu buat refleksi otak aja, kadang waktu udah jenuh seharian ya baca baca aja, semoga pameran diadakan lebih sering ” kata Fauzan
“Mungkin menambah wawasan juga, karena membaca tuh beda aja suasananya. Untuk pamerannya juga bagus buat para pembaca, jadi lebih sering diadakan lagi acara kayak gini karena bermanfaat juga” tambah Deril
Antusias pengunjung yang merindukan pameran-pameran buku seperti itu seharusnya diimbangi juga dengan sarana dan prasarana yang maksimal dari IKAPI sebagai penyelenggara. Dari mulai tempat yang strategis, promosi pameran yang luas, banner dan spanduk – spanduk yang tersebar, buku panduan acara yang tercetak dan mudah diakses, sehingga pengunjung tidak kebingungan untuk mengikutinya.

