September Hitam; Kata Siswa

Foto: Reporter Delapena sedang mewawancarai siswa (Sumber foto: Mulyani/Aulia)

Tagar #SeptemberHitam sudah banyak digunakan dimedia sosial sebagai ekspresi masyarakat dalam menuntut dan mengenang kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi dibulan September seperti pembunuhan Munir, Peristiwa Tanjung Priok,Tragedi Semanggi II, dll. Dalam pandangan siswa sendiri masih banyak yang merasa asing dengan sebutan September Hitam, walaupun demikian mereka masih mengenal beberapa kasus yang terjadi pada bulan itu, sesuai dengan apa yang dipelajari dalam buku Sejarah Indonesia. Untuk itu beberapa reporter (Delapena) mewawancarai siswa terkait isu September Hitam ini, berikut petikannya : 

Apa yang terlintas dalam pikiranmu tentang September Hitam?

“Peristiwa kelam yang terjadi di masa lalu dan tepat di bulan September” Ungkap Revita K.AXII IPS 2. Tidak jauh dari ungkapan Revita, menurut Muhammad Noval A.C kelas XII IPA 1 bahwa : “kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lampau dimana peristiwa itu melibatkan korban jiwa akibat kekerasan yang dilakukan aparat”

Raffa Muhammad Fauzan X-4 ikut berpendapat. September Hitam yang kepikiran itu tentang peristiwa kelam, tragedi, atau kekerasan yang pernah terjadi di Indonesia.” 

karena ketiganya sudah tidak asing dengan istilah ini, mereka sebelumnya sudah melihat, membaca dan mendengarkan beberapa tragedi yang terjadi

Peristiwa apa yang kamu ketahui tentang kekerasan yg pernah terjadi di Indonesia?

“Peristiwa seorang suami melakukan kekerasan terhadap istirinya karena adanya rasa cemburu, itu bagian dari kekerasan juga”. Ucap Revita.

Lain dengan M. Noval yang sedikit lebih luas, ia menyebutkan Tragedi  September 1999 atau peristiwa Semanggi merupakan bagian September hitam. Dimana para mahasiswa melakukan demo untuk meminta tuntunan dihapusnya Dwi Fungsi ABRI agar tidak tercampur dengan masalah politik lalu menuntut pembersihan anggota MPR saat ituyang masih berhubungan dengan orde Baru tuntutan ini juga mengakibatkan korbanjiwa dari pihak mahasiswa”

“Untuk kekerasan yang aku ketahui ada, demo tahun 1998, Gerakan 30 September PKI. Udahsih cuman tau itu aja” Ucap M. Tasykeel, menambahkan.

Dalam sejarah, September ini ada peristiwa G30S/PKI, pernah mendengarnya?

“Pernah, peristiwa dimana beberapa jenderal dibunuh dan jasadnya dibuang ke suatu lubang yang disebut lubang buaya”. ujar M Noval.

“Kalau untuk G30SPKI jelas udah pernah dong, kalau yang aku tau sebenernya cuman sedikit, cuman sebatas pembantaian enam jendral dan satu perwira dalam satu malam oleh  PKI”. Ucap M. Tasykeel

Apa ada pihak lain yang mungkin terlibat dalam gerakan G 30 S selain PKI?

“Kalau dari perorangan adaa misalnya Soekarno, kolonel Latief sama letkol Untung jadi mereka “mungkin” disuruh untuk melakukan gerakan 30 September dikarenakan ada isu tentang dewan jenderal yang bisa mengkudeta presiden saat itu namun di sisi lain dari pihak instansi ada tentara angkatan darat yang secara tidak langsung ikut dalam kejadian ini malah memanfaatkan kejadian ini untuk membubarkan PKI” Ucap M. Noval

Menurut kamu seberapa penting, kita (siswa)  mempelajari sejarah itu?

“Penting, agar mengetahui sejarah perjuangan yang begitu kejam dan kelam di masa lalu, untuk menjadi pelajaran bagi kita serta bisa menumbuhkan pemikiran kritis, menjaga persatuan dan kesatuan, menghargai jasa pahlawan, serta menjadi pelajaran untuk di masa depan”. Ungkap Revita

Senada dengan Revita, “Penting karena dalam mempelajari sejarah kita tau sejarah apa saja yang terjadi lalu agar kita tidak mengulangi misalnya sejarah tersebut buruk agar tidak terjadi di masa depan” Ucap M. Noval

“Penting, karena manusia tidak bisa lepas dengan sejarah. Manusia memiliki peran sebagai subjek dan objek dalam sejarah, dengan begitu sejarah tersusun oleh manusia. Mempelajari sejarah juga secara tidak langsung membuat pribadi mengenal peristiwa peristiwa penting yang memang perlu dipelajari” Ungkap Naftalisa XI.F1

Apa kamu punya saran atau masukan  untukmewujudkan  Indonesia yang bebas dariberbagai kasus kekerasan?“Menurutku, kita harus lebih belajar toleransi, saling menghargai, dan jangan gampang terprovokasi. Terus juga generasi muda perlu dibekali pendidikan karakter yang baik” kata M Tasykeel“lebih tegas nya aturan hukum itu harus berlaku untuk semua, tanpa melihat orang itu dari instansi mana jadi seharusnya hukum itu merata tanpa ada nya yang di tutup tutupi” Kata M. Noval

Apa kamu punya saran atau masukan  untukmewujudkan Indonesia yang bebas dariberbagai kasus kekerasan?

“Menurutku, kita harus lebih belajar toleransi, saling menghargai, dan jangan gampang terprovokasi. Terus juga generasi muda perlu dibekali pendidikan karakter yang baik” kata M Tasykeel

“lebih tegas nya aturan hukum itu harus berlaku untuk semua, tanpa melihat orang itu dari instansi mana jadi seharusnya hukum itu merata tanpa ada nya yang di tutup tutupi” Kata M. Noval

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *