
Dalam rangka ikut memperingati dan memperdalam gambaran suasana kemerdekaan Indonesia, terutama di Bandung, Pers Pelajar Delapena menyusun liputan pada sabtu kemarin (15/8/2026). Proses pengumpulan data dan informasi dilalui dengan mendatangi tempat-tempat yang berkaitan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia di sekitar Bandung yang dapat kami jangkau dan menemui M. Ryzki Wiryawan yakni seorang sejarawan yang juga menulis beberapa buku terkait sejarah Bandung sekaligus sebagai dosen di Universitas Ma’soem serta merupakan pengurus Sahabat Heritage Indonesia yang kami wawancarai di kediamannya Jl. Sumur Bandung no.4, berikut kutipannya:
Kenapa Kota Bandung disebut sebagai kota perjuangan?
“Ini adalah kaitannya sama sejarah Bandung sebagai pusat pendidikan, ya. Jadi dulu Bandung mau dijadikan sebagai ibu kota Hindia Belanda. Oleh karena itu banyak populasi orang Belanda juga di sini dan juga pusat bisnis, nanti pengaruhnya ke pertumbuhan banyak sekolah di Bandung termasuk ketika zaman kolonial Hindia Belanda. Dan dengan banyaknya sekolah nanti akan muncul juga banyaknya orang-orang terpelajar dari mereka yang kemudian sadar akan pentingnya kemerdekaan seperti Bung Karno, Sjahrir, Ki Hajar Dewantara, Douwes Dekker, dan Muhammad Natsir studi di Bandung.
Ketika banyak orang terdidik, maka muncul juga surat kabar-surat kabar yang menggelorakan kemerdekaan, dan juga nanti banyak masyarakat yang tergerak untuk ikut membantu perjuangan. Ini juga dipengaruhi karena Bandung juga pernah jadi pusat militer seperti A.H. Nasution yang mempunyai background militer di Bandung. Jadi, Bandung disebut kota perjuangan karena pada dasarnya Bandung adalah kota pendidikan yang melahirkan banyak tokoh-tokoh terdidik yang nanti ikut berjuang.”
Gambaran suasana Bandung saat kemerdekaan itu?
“Bandung memang mendapatkan informasi kemerdekaan itu termasuk cepat karena ada beberapa petugas yang mendapatkan informasi kemerdekaan. Jadi mereka di kantor berita Domei, mereka lah yang kemudian mendapatkan informasi A-1 ketika di Jakarta sudah diumumkan kemerdekaan kemudian disebarkan lagi lewat stasiun radio yang ada di Tegalega. Akhirnya mulai terbentuklah milisi, kelompok dan pejuang-pejuang masyarakat yang membuat gerakan perjuangan sendiri-sendiri. Bentuknya bukan militer resmi, tapi mereka yang kemudian nanti berusaha untuk merebut senjata dari Jepang, dan juga mencegah Belanda mau masuk lagi ke Bandung, Nanti kemudian mereka ini ditarik ke pemerintah, dan sebagian lagi dibawah koordinasi pemerintah, jadi TNI.”
Siapa saja tokoh/kelompok yang ikut menyebarkan berita kemerdekaan?
“Kalau yang pasti tokoh-tokohnya adalah mereka yang tergabung di kantor berita domei, mereka adalah orang-orang Pers di Bandung. Penyebaran beritanya masih lewat radio, kemudian juga memasang selebaran di papan-papan, dan juga masih mulut ke mulut. Karena Jepang masih merahasiakan kekalahan mereka, jadi orang-orang Bandung juga masih diam-diam saat menyebarkan pertama kali berita kemerdekaan. Jepang tidak mau terlihat langsung menyerah, tetapi mereka mempunyai perjanjian dengan sekutu untuk menyerahkan senjata dan melepaskan karyawan. Nah ini yang mau dicegah sama pejuang, bagaimana supaya senjata Jepang bisa diambil dulu, dan mereka juga mencegah Belanda mengambil kekuasaan lagi”

Tempat mana saja yang berkaitan dengan sejarah kemerdekaan?
“Bisa lihat yang berkaitan dengan Bandung Lautan Api, seperti Bandung Heritage memiliki 10 stilasi ya, 10 monument. Kemudian di BTPN, di Dago, karena itu merupakan tempat pertama penyebaran informasi kemerdekaan, nantinya ada 9 titik lagi, mulai dari kantornya MP3, majelis koordinasi perjuangan dulu di Jalan Dewi Sartika. Lalu dulu Aloysius itu dulunya adalah Kempetai, itu makas militer Jepang, itu tempat nangkep tokoh-tokoh zaman dulunya yang dianggap pengkhianat, itu ditangkap disana, disiksa di Kempetai”
Ada peristiwa Bandung Lautan Api, kenapa bisa terjadi?
“Sekutu mengultimatum warga Bandung, khususnya pejuang Bandung untuk mundur ke Bandung Selatan. Jadi tadinya batasnya masih di rel kereta api. Bandung Utara kawasan Belanda, di selatannya rel kereta api itu Pribumi. Akhirnya warga Pribumi mundur ke Bandung Selatan, sekitar 25 km dari alun-alun. Nasution saat itu sebagai pimpinan militer di Bandung, karena beliau kan punya background-nya militer ya, jadi punya strategi militer itu. Akhirnya dipilihlah strategi Scorched Earth, kalau istilah militernya Scorched Earth, jadi Bumi Hangus Bandung.
Tapi untuk menunjukkan perjuangan, akhirnya dilakukanlah Bumi Hangus, terutama untuk tempat-tempat yang dianggap nantinya akan diduduki oleh Belanda. Nanti muncul lagu Halo-Halo Bandung, yang menunjukkan bahwa ketika sudah mundur pun tetap melakukan perjuangan. Namun nanti kalau ke Bandung Selatan ada Monumen Toha, itu kan salah satu bukti bahwa Toha dan Ramdan itu mereka menyerang tempat Mesiu-nya Belanda. Kemudian kalau menurut ceritanya berhasil meledakkan tempat Mesiu tersebut, mereka ikut meninggal di situ”
Apa pesan/makna dari kemerdekaan Indonesia ini dengan momentum ulang tahun ke-81 Indonesia?
“Jadi yang pertama adalah memang kalau dulu kita musuhnya jelas ya, ini mungkin sering diucapkan sama Bung Karno dulu, kita bisa bersatu karena musuhnya jelas Belanda. Tapi kemudian kita mesti ingat lagi apa sih yang sebenarnya diperjuangkan sama pejuang gitu. Karena kalau kita lihat posisi para pejuang mereka kalau secara ekonomi mereka orang-orang terdidik sudah sejahtera. Kemudian mereka juga ditawari sama jabatan-jabatan penting gitu, ada yang naik ke Volksraad jadi anggota DPR-nya gitu ya, atau misalnya punya posisi penting di pemerintahan. Tapi kenapa mereka berjuang? Mereka berjuang karena mereka merasa bahwa seharusnya negara ini dikuasai atau diatur oleh bangsa sendiri.
Kita ingin supaya masyarakat Indonesia menjadi pemimpin di Indonesia sendiri dan masyarakat punya hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Itu yang menjadi prinsip utama kemerdekaan. Apakah negara kita berdaulat secara hukum, apakah secara ekonomi sudah berdaulat, sudah punya power terutama di dunia ya, apakah kita sekarang masih bergantung sama impor misalnya, artinya kan ada hal-hal yang masih perlu diperjuangkan, yang saat ini kita belum sepenuhnya lepas dari power-nya orang asing.
Dan kesatuan ya, artinya kalau kita belajar dari peristiwa kemerdekaan, bahwa kekuatan asing yang sangat kuat itu hanya bisa terkalahkan sama persatuan dari berbagai latar belakang masyarakat, di luar perbedaan suku, perbedaan ekonomi, agama, ras, semuanya bersatu untuk melawan penjajah gitu, bahwa satu hal yang bisa merusak kemerdekaan adalah pecah belah masyarakat.Kita punya Pancasila sekarang itu jadi alat perekat, walaupun kita mungkin belum melihat orang yang bisa benar-benar merepresentasikan Pancasila.”

Dari segi pendidikan waktu masa sebelum kemerdekaan di Bandung apakah berpengaruh ke kemerdekaan yang ada di Bandung?
“ Jadi sangat berpengaruh karena tadi dia menghasilkan tokoh-tokoh intelektual yang kan itu resiko ya. Ketika teman-teman makin pinter, makin kritis, makin sadar sama hak yang didapatkan sebagai manusia gitu. Dan menghasilkan banyak organisasi juga dimana dengan masuk organisasi bisa mengaktualisasikan akal pikirnya. Terus efeknya juga akan haus informasi dan tumbuhlah Pers yang bisa membantu mendapatkan inspirasi dari perjuangan negara lain seperti China atau India. Jadi Bandung itu punya ciri khas karena perjuangan tadi ya. Lebih bersifat intelektual dibandingkan dengan misalnya yang di kota-kota lain. Itu sifatnya masih militeristik, masih fisik gitu.”
Apakah banyak tokoh-tokoh Bandung yang terlibat dalam kemerdekaan itu dilupakan?
“Kalau saya rasa ada banyak tokoh yang dulunya punya peran penting dalam kemerdekaan. Terutama dalam perjuangan tingkat lokal yang mungkin belum sekarang, anak-anak sekarang belum pada tahu ya. Jadi minimal teman-teman melihat ada dulu nama-nama jalan yang selama ini asing gitu ya. Itu kemungkinan punya peran penting di kemerdekaan. Karena itu kan dulu tujuannya pemerintah supaya kita mengingat terus.”
