Jejak Sejarah Penjara Banceuy Bandung

Ketika kemerdekaan datang, di situlah tokoh Soekarno terlintas sebagai Presiden Pertama Indonesia dengan segala perjalanan pergerakannya dalam melawan penjajahan Belanda. Termasuk mengawali pergerakan politiknya yang ikonik di Bandung. Penjara Banceuy menjadi salah satu destinasi yang menjadi tujuan utama untuk mengenang perjuangan Ir. Soekarno dan selama hidupnya di pengasingan. Maka, dalam melengkapi catatan perjalanan kemerdekaan di Bandung, Pers Pelajar Delapena mengunjungi Penjara Banceuy pada hari jumat … Continue reading Jejak Sejarah Penjara Banceuy Bandung

“Mereka Berjuang karena Seharusnya Negara ini Diatur dan Dikuasai oleh Bangsa Sendiri”

Dalam rangka ikut memperingati dan memperdalam gambaran suasana kemerdekaan Indonesia, terutama di Bandung, Pers Pelajar Delapena menyusun liputan pada sabtu kemarin (15/8/2026). Proses pengumpulan data dan informasi dilalui dengan mendatangi tempat-tempat yang berkaitan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia di sekitar Bandung yang dapat kami jangkau dan menemui M. Ryzki Wiryawan yakni seorang sejarawan yang juga menulis beberapa buku terkait sejarah Bandung sekaligus sebagai dosen di Universitas … Continue reading “Mereka Berjuang karena Seharusnya Negara ini Diatur dan Dikuasai oleh Bangsa Sendiri”

Jejak Perjuangan Soekarno di Bandung

Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno yang memiliki bentuk perjuangan dan pergerakannya dibeberapa tempat termasuk Bandung hingga namanya begitu tersohor dengan jiwa kepemimpinanya dan banyak mendapat dukungan kepercayaan kala itu. Tetapi catatan ikonik dalam Buku “Catatan Seorang Demonstan” oleh Soe Hok Gie dikatakan bahwa ia menghargai Soekarno sebagai pemimpin bukan pribadinya, menjadi pertimbangan pula memisahkan peran Soekarno sebagai pemimpin dan personal pribadinya. Diluar itu, Bandung adalah … Continue reading Jejak Perjuangan Soekarno di Bandung

Bandung dan Ingatan yang Didekorasi

Bandung, kita mengenalnya—atau setidaknya kita terbiasa menyebut namanya. Kota yangdengan bangga mengklaim diri sebagai tempat Soekarno ditempa, seolah-olah sejarah adalah prestasi yang bisa dipajang tanpa perlu dipertanggungjawabkan. Nama Soekarno berulang di buku pelajaran, pidato resmi, dan plakat-plakat sejarah yang berdiri rapi, steril, dan jinak. Ia hadir, tetapi tidak berbunyi. Dipamerkan, tetapi tidak menuntut apa pun. Maka persoalannya bukan lagi apakah Soekarno pernah hidup dan berpikir … Continue reading Bandung dan Ingatan yang Didekorasi