Bandung dan Ingatan yang Didekorasi
Bandung, kita mengenalnya—atau setidaknya kita terbiasa menyebut namanya. Kota yangdengan bangga mengklaim diri sebagai tempat Soekarno ditempa, seolah-olah sejarah adalah prestasi yang bisa dipajang tanpa perlu dipertanggungjawabkan. Nama Soekarno berulang di buku pelajaran, pidato resmi, dan plakat-plakat sejarah yang berdiri rapi, steril, dan jinak. Ia hadir, tetapi tidak berbunyi. Dipamerkan, tetapi tidak menuntut apa pun. Maka persoalannya bukan lagi apakah Soekarno pernah hidup dan berpikir … Continue reading Bandung dan Ingatan yang Didekorasi
